Lihat Semua : infografis

Kenapa Dilarang Ngobrol di Transportasi Umum?


Dipublikasikan pada 6 months ago / Riset, Rosi Oktari / Desain, M. Ishaq Dwi Putra /   View : 610


Indonesiabaik.id   -   Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengingatkan bagi masyarakat yang biasa menggunakan kendaraan umum agar tidak berbicara saat di commuter line, bus, angkot dan lainnya.

Juru bicara pemerintah penanganan COVID-19 sebelumnya, Achmad Yurianto, menjelaskan ruangan harus memiliki ventilasi udara yang baik, buka jendela, selalu pakai masker di dalam ruangan, hingga jangan berbicara di angkutan umum.

Ada benarnya, dengan diakuinya potensi mode penularan Corona lewat udara ini berdampak terhadap penambahan protokol kesehatan yang perlu diikuti. 

Mikrodroplet keluar saat orang berbicara

WHO memaparkan bahwa mikrodroplet (percikan liur berukuran kecil) dapat keluar dari mulut saat seseorang berbicara, batuk, bersin, atau bernyanyi. Dan, mikrodroplet yang ada ini bisa bertahan lama dan menyebar di udara sehingga sangat berpotensi menyebarkan virus ketika dihirup oleh orang lain.

Sebuah laporan di Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) Amerika Serikat, menyebut, dalam satu menit berbicara keras dapat menghasilkan lebih dari 1.000 tetesan yang mengandung virus. Kesimpulan ini diambil berdasarkan penelitian sebelumnya mengenai tingkat virus dalam cairan mulut. 

Sedangkan, menurut Dokter spesialis penyakit dalam pada Junior Doctor Network dr Edward Faisal, menyarankan masyarakat pengguna transportasi publik tidak berbicara guna mencegah penyebaran virus corona tipe baru karena ada tetesan atau droplet kecil yang keluar dari mulut seseorang dan dapat bertahan 15 menit sebelum jatuh.

Selain itu, pentingnya menahan diri untum tidak berbicara selama berada di transportasi umum adalah karena peran makser kain hanya mampu menahan droplet 70% bukan 100% penuh. Sehingga, adanya potensi buruk penularan tetap ada. Juga dalam transportasi umum, kita tidak bisa memastikan apakah ventilasi udara dalam ruangan sudah baik.

Yang lebih berbahaya, kita sendiri tidak tahu, bisa jadi kita atau lawan bicara adalah kasus konfirmasi tanpa gejala (OTG) yang berpotensi menularkan virus satu sama lain tanpa sengaja.



Infografis Terkait